Hubungan antara keutuhan keluarga dengan tingkat kenakalan
Secara teoritis keutuhan keluarga dapat berpengaruh terhadap kenakalan remaja. Artinya banyak terdapat anak-anak remaja yang nakal datang dari keluarga yang tidak utuh, baik dilihat dari struktur keluarga maupun dalam interaksinya di keluarga
Dilihat dari keutuhan struktur keluarga, 21 responden (70%) dari keluarga utuh, dan 9 responden dari keluarga tidak utuh. Berdasarkan data pada tabel korelasi ternyata struktur keluarga ketidak utuhan struktur keluarga bukan jaminan bagi anaknya untuk melakukan kenakalan, terutama kenakalan khusus. Karena ternyata mereka yang berasal dari keluarga utuh justru lebih banyak yang melakukan kenakalan khusus.
Namun jika dilihat dari keutuhan dalam interaksi, terlihat jelas bahwa mereka yang melakukan kenakalan khusus berasal dari keluarga yang interaksinya kurang dan tidak serasi sebesar 76,6%. Perlu diketahui bahwa keluarga yang interaksinya serasi berjumlah 3 responden (10%), sedangkan yang interaksinya kurang serasi 14 responden (46,7%), dan yang tidak serasi 13 responden (43,3%). Jadi ketidak berfungsian keluarga untuk menciptakan keserasian dalaam interaksi mempunyai kecenderungan anak remajanya melakukan kenakalan. Artinya semakin tidak serasi hubungan atau interaksi dalam keluarga tersebut tingkat kenakalan yang dilakukan semakin berat, yaitu pada kenakalan khusus.
Senin, 09 Juni 2008
Hubungan Keutuhan Keluarga Dan Kenakalan Remaja
Jumat, 06 Juni 2008
Bagaimana Hubungan Anak Indonesia dan Bahaya Rokok?
Anak Indonesia Harus Dilindungi dari Bahaya Rokok
Menteri Kesehatan Siti Fadilah Supari mengatakan, lebih dari 43 juta anak Indonesia merupakan perokok pasif karena tinggal bersama pecandu rokok. Hal inidapat berakibat buruk terhadap kesehatan di usia dini danpada saat dewasa.
“Anak-anak yang terpapar asap tembakau dapat mengalami pertumbuhan paru yang lambat, juga lebih mudah terkena bronchitis dan infeksi saluran pernapasan dan telinga serta asma, ”
Tentu hal ini menjadi dilema tersendiri bagi bangak Indonesia. Banyaknya anak-anak Indonesia yang tidak dapat mengenyam pendidikan dan minimnya pengetahuan serta pengaruh dari orang lain yang kuat tentu menjadi faktor penyebab mengapa anak-anak merokok.
Apalagi banyak pendapat dimasyarakat yang mengatakan kalau "merokok itu keren", "merokok itu baru cowok", inilah momok yang terjadi dimasyarakat.
tentu untuk menanggulangi hal ini pemerintah harus berupaya menyadarkan anak-anak tentang rokok dan bahaya rokok bagi kesehatan anak baik sekarang maupun yang akan datang.
Selasa, 03 Juni 2008
Pengaruh Chatting Pada Remaja
Remaja Bertanya :
Dok Tau Gak Bagaimana Dampak Chatting Terhadap Kehidupan Saya ?
Dokter Menjawab :
Chatting adalah media komunikasi lewat, teks, suara bahkan gambar melalui media internet, hanya saja dipisahkan oleh tempat. Melalui Yahoo Messenger, Mirc, dan lain-lain Siapa yang tak kenal chatting terutama dikalangan remaja, begitu digandrungi selain situs jejaring sosial semacam friendster, facebook dan situs jejaring sosial lainnya, fenomena ini begitu memberi dampak bagi remaja baik secara langsung atau tidak, bagi kalangan orang tua media – media seperti ini kurang begitu familiar akan media internet yang menyediakan menu atau konten. Internet menurut saya sungguh dasyat sekali pengaruhnya bagi para remaja, maka dari itu kita sebagai orang tua harus bisa memberikan arahan dan ketentuan dalam pemakaian internet bagi putra – putrid kita. baik dirumah atau diluar rumah. Kecenderungan anak usia remaja yang ingin tahu akan hal – hal yang belum dijumpai dalam kehidupan sehari – hari. Misalnya pornografi dan sejenis nya. Dibawah ini saya akan memberikan dampak dari media chatting adalah sebagai berikut :
Awal kali para chatter ini menganggap chatt adalah hal iseng, tapi lama – ke lamaan akan memberikan rasa candu, yang ujung-ujung lupa waktu akan tugas nya sehari-hari.
Memberikan kepuasan dikala anak merasa bosan dengan rutinitas dirumah, karena bisa bertegur sapa dan bercanda dengan teman baru nya di dunia maya.
memberikan pengaruh pada kepribadian anak, karena cenderung mengikuti pola atau karakter lawan chatting nya.
Membayakan dirinya sendiri, mayoritas pechatter, akan merasa penasaran dengan lawan chatting nya yang berujung pada tukar no hp atau rumah dan kopi darat atau bertemu di dunia nyata. Hal inilah yang kebanyakan dimanfaatkan oleh orang hidung belang / pelaku pedofilia untuk mencari korbannya. Maka kita sebagai orang tua harus bisa mengawasi anak kita dari bahaya ini.
media ini rentan dan membahayakan karena sekarang ini media chatting sudah sangat canggih, dengan adanya chatting lewat Handphone yang ditawarkan oleh operator seluler baru. Baru ini, penulis pernah menjumpai banyak dikalangan pelajar, yang dikala pelajaran tidak focus dengan pelajarannya malah berasyik-masyuk chatting lewat hp.
Jumat, 30 Mei 2008
Waduh Bagaimana Nih Biar Harga Diri Anak Saya Kembali ?
Orang Tua Bertanya :
Dok Gimana Caranya Memperbaiki Harga Diri Anak ?
DG Menjawab :
Jika menilik persoalan carut marut bangsa yang tergelincir berulang kali pada krisis panjang. Jika menelisik dampaknya kenaikan BBM, justru membuat anak-anak bertambah bodoh. Bagaimana tidak? Dampak yang paling nyata pada anak. Kenaikan harga BBM, mengakibatkan harga bahan pokok makanan membumbung tinggi. Konsumsi makanan anak tidak terjangkau. Anak sekolah dari kalangan keluarga miskin, banyak tidak makan saat pergi ke sekolah, kecerdasannya menurun karena sumber energinya kurang. Mereka makan tidak memenuhi asupan gizi. Mereka cepat ngantuk dan terlelap saat belajar disekolah. Anak-anaklah yang paling menderita. Mereka tidak memperoleh hak-hak hidup dan perlindungan secara layak. Untuk apa mendapat SPP gratis di sekolah, apabila kebutuhan makan mereka terlantar?
Krisis multidimensi semakin menyengsarakan rakyat. Krisis ekonomi, moral dan politik-sosial makin membuat rakyat ringkih. Pemerintah dan rakyat kebanyakan tidak bersikap jujur. Masih saling menyalahkan dan tidak menerima kenyataan pahit untuk lebih bekerja keras, disiplin dan tekun mengatasi krisis. Selama ini, pembangunan bangsa hanya menyandarkan pada hutang keluar negeri dan terus hidup dalam ketidakjujuran. Manipulasi data, korupsi dan menutup-nutupi kesalahan yang ada. Akibatnya bangsa ini terus menerus membuat rakyat sengsara. Semakin hari, menyiksa rakyat miskin. Kemalasan dan lambat merupakan kinerja bangsa Indonesia. Negara berdalih menaikkan harga BBM untuk memberikan subsidi pada masyarakat miskin, justru membuat rakyat banyak yang risau, sakit dan stress berkepanjangan. Sebenarnya kenaikan BBM untuk rakyat atau pasar bebas? Disinilah harga diri bangsa dipertaruhkan, apakah pemerintah lebih menghargai pasar bebas atau menghargai rakyat jelata?. Apabila pemerintah masih konsern terhadap kepentingan rakyat jelata, mestinya kenaikan BBM, minyak tanah perlu ditinjau ulang. Tidakada salahnya mengambil pelajaran dari gejala kepanikan rakyat. Contoh, kepanikan rakyat saat antre mengambil subsidi BBM, menyebabkan meninggalnya beberapa orang. Pemerintah semestinya tanggap dan peka untuk meninjau ulang kebijakannya.
Harga Diri Menentukan Pandangan, Aksi Dan Perilaku Manusia
Harga diri modal manusia untuk menakar keberadaan dirinya. Harga diri ialah cara manusia untuk melihat dan bercermin serta menilai diri. Harga diri dapat bermanfaat dan merugikan manusia. Harga diri adalah cara manusia menghargai dirinya dan orang lain. Harga diri disebut juga kehormatan diri. Nilai bagi manusia mencapai produktivitas kerja. Harga diri menentukan manusia untuk sukses atau gagal dimasa mendatang. Apa peran harga diri dalam menjalani hidup?
Harga diri menentukan cara pandang manusia, banyak manusia yang salah kaprah dalam menilai harga dirinya. Misalnya menyandarkan harga diri pada kecantikan dan ketampanan fisik, kekayaan dan kecerdasan semata. Ironiknya, karena mempertahankan harga diri materialistiknya, mereka rela melakukan korupsi berjamaah meraup kekayaan. Dengan dalih harga dirinya, sampai berkelahi dan saling membunuh demi menjaga gengsi dan status keluarganya. Harga diri sebagai cara pandang yang menuntun perilaku manusia menjalani hidupnya. Harga diri didasarkan pada sistem niliai budaya. Penganut nilai materialisme cenderung mengeksploitasi harga diri kearah pemujaan seks. Kecenderungan budaya memuja seks, semakin menghargai kecantikan dan menghukum orang-orang buruk rupa. Bisnis hiburan menempati posisi tawar tinggi menggairahkan pasar di tengah krisis bangsa ini.
Kecantikan dan ketampanan fisik mendominasi cara pandang dunia hiburan, seperti acara televisi dan film bioskop. Film-film ditayangkan dengan menekankan pada erotisme dan bentuk tubuh seksi. Pajangan iklan dikaitkan dengan aroma seks terhadap lawan jenis. Orang yang menyandarkan harga diri pada kecantikan fisik, mengejar obsesi kesempurnaan fisik dengan beragam cara, misalnya operasi plastic, obat-obatan kecantikan tubuh. Tidak perduli resiko dari harganya mahal. Dampak dari obesesi tersebut membuat orang dalam keadaan tidak pernah puas dan risau dengan fisik yang kurang sempurna. Akibatnya, harga diri yang rendah melahirkan epidemic yang menyebabkan orang sakit dan menderita. Orang merasa tidak berharga karena buruk rupa, miskin dan bodoh. Cara pandang harga diri seperti membuat orang cenderng labil, tidak kuat dan mengakibatkan patologi serta stress. Lalu bagaimana harga diri yang benar?
Harga diri yang menuntun pandangan nilai, aksi dan konteks manusia menjalani hidup. Harga diri yang hakiki seperti kejujuran, tanggung jawab, kebaikan hati, cinta kepada Tuhan dan sesama manusia, kebenaran dan pengabdian kepada Tuhan. Harga diri yang didasarkan pada nilai kejujuran akan mampu memberikn penerimaan yang tulus tentang keadaan dirinya, baik kemampuan maupun kekurangan yang dimiliki. Karena setiap manusia memiliki kelebihan dan kekurangan. Dengan bercermin secara penuh jujur maka akan memiliki kerelaan untuk melihat dan menghargai semua apa yang dimilikinya, pengalaman masa lalu, sekarang dan mendatang.
Harga diri telah berbentuk dari semenjak anak-anak. Selayaknya, membangun karakter anak-anak bangsa dengan harga diri yang kuat dan benar. Apabila menyandarkan pada perubahan harga diri aparat sekarang, rasanya sulit, karena mesin birokrasi telah terjadi sekian lama. Untuk itu, memperbaiki bangsa dengan mengawal perubahan sejak dini pada generasi mendatang merupakan keniscayaan. Bagaimana membangun harga diri anak-anak bangsa ditengah carut marut global?
Membangun Harga diri Anak Bangsa
Anak-anak adalah manusia biasa. Kehadiran anak-anak didunia adalah pilihan orang tua. Anak-anak sangat ingin dicintai dan diterima seperti apa adanya diri mereka. Apabila anak merasa dicintai oleh orrang tua, maka ia cenderung untuk menerima perasaan berharga sebagai seorang manusia. Sebaliknya, apabila anak dianggap sebagai beban bagi orang tua, maka anak-anak akan merasa kehadirannya ditolak dan merasa tidak dicintai. Jika kemungkinan ditolak sangat mendominasi anak, maka akan berkembang kemauannya dengan kuat untuk melakukan penganiayaan bagi dirinya sendiri hingga melakukan pembunuhan diri. Maka, usaha orang tua dalam menyikapi anak memerlukan sikap yang hangat, lembut, cinta dan perduli.
Orang tua bisa membuat ruangan dihatinya untuk menyayangi anak-anak yang kurang sempurna. Orang tua sejatinya menilai dan memeriksa nilai-nilai yang akan ditransfer kepada anak. Untuk itulah, penting bagi orang tua untuk berhati-hati melontarkan kata-kata agar anak tidak menghancurkan harga dirinya sejak awal. Apa yang perlu dihindarkan oleh orang tua:
(1) jangan menghina atau mengecam fisik anak. Bagaimanapun, hinaan ke wilayah fisik merupakan hal sensitif. Anak bisa kehilangan kepercayaan dirinya karena cercaan atau label fisik. Lalu bagaimana cara orang tua menempatkan anak? Anak perlu diberikan penguatan untuk menerima bentuk fisik seperti apa adanya mereka. Memberikan kesadaran yang jernih (insight) untuk mengembangkan diri secara terus menerus tanpa merisaukan bentuk fisik yang tidak bisa diubah. Kalaupun orang tua bisa memperbaiki bentuk fisik anak, bantulah mencapai kesempurnaanya dengan tanpa harus mencaci maki. Sebab caci maki orang tua, sangat besar pengaruhnya kepada pertumbuhan anak. Betapa banyak anak-anak yang dihancurkan harga dirinya sejak mereka masih diusia dini, seperti ucapan “bodoh” oleh orang tua/kakak/guru.
(2). Jangan membuat anak selalu terancam. Jika anak selalu berada dalam tekanan dan ketakutan, maka anak akan belajar untuk menjadi seorang penakut. Ajari anakanak memiliki keberanian untuk hidup. Menyelesaikan tantangan dan tugasnya secara bertanggung jawab.
Pada akhirnya, agar orang tua bisa menyayangi anak dengan sepenuh hati dan jiwa, tentu membutuhkan ketenangan dan kesejahteraan. Jika para orang tua harus letih dan tidak punya waktu, maka sulit mengontrol perilakunya saat bersama anak. Disitulah, pentingnya para orang tua perlu mendapat payung dari negara yang menyejahterakan, bukan negara yang membuat rakyat menderita.
DG Dibantu oleh : Najlah Naqiyah
