Bagaimana caranya membekali Anak Dengan Moralitas ?
menjawab :
Pendidikan formal seperti sekolah mempunyai pengaruh yang sangat besar dalam tumbuh kembang anak, baik pengaruh positif maupun negatif. Ada anak yang punya perilaku negatif yang kemudian dibawa ke sekolah dan bisa mempengaruhi anak lain. Karena itu, anak harus punya ‘bekal’ yang kuat dari rumah agar tidak mudah terpengaruh perilaku negatif tersebut. Salah satunya melalui penanaman nilai-nilai moral sejak dini terhadap si buah hati. Sesering mungkin orangtua memberikan contoh yang baik terhadap mereka, sehingga anak mengerti nilai-nilai moral dalam kehidupan.
Pembentukan moral anak itu harus terkonsep. Harus diberikan dengan cara mencontohkan, sehingga anak jadi lebih memahami. Misalnya melalui dongeng (story telling) atau berdiskusi. Ajarkan anak punya rasa sosial dengan mencontohkan memberikan sumbangan jika melintasi kotak amal dan sebagainya.
Bila bekal dari rumah sudah kuat, setidaknya anak tidak mudah terpengaruh dengan perilaku negatif dari luar. Jadi pembentukan moral anak itu harus dilakukan sejak usia dini. Peran orangtua dan anggota keluarga sangat penting. Bila anak sudah memiliki moral yang baik, otomatis akan bisa menilai pendidikan yang baik dan buruk. Begitu pula perilaku yang ditunjukkan juga akan lebih baik dibanding anak-anak yang kurang mendapatkan pendidikan moral dari orangtua.
Ada anak yang secara spontan minta uang receh ke orangtuanya saat melihat kotak amal. Sikap ini sudah menunjukkan kalau si anak sudah memiliki moral yang baik. Yang jelas peran orangtua dalam mempersiapkan anak-anak yang memiliki visi dan masa depan, sangatlah penting. Lewat orangtualah, anak-anak belajar segala sesuatunya.
Menanamkan pendidikan moral untuk anak-anaknya harus dilakukan sesering mungkin, mengajak si kecil mengunjungi panti asuhan, panti jompo hingga memberikan sumbangan untuk anak-anak jalanan.
Mengajak anak langsung menyaksikan kejadian sehari-hari yang membuatnya trenyuh, ternyata sangat mengena di benak anak. Sejak itu, mereka tidak pernah lagi membuang-buang nasi ketika makan. Pendidikan moral harus bisa dipraktikkan pada anak-anak mulai dari rumah hingga di lingkungan sekitar, termasuk di jalanan.
Waktu anak biasanya lebih banyak di rumah. Jadi pendidikan moral dari orangtua juga lebih banyak dibanding pendidikan formal. Pendidikan formal berfungsi melatih anak-anak untuk memperbaiki lingkungan sekitarnya. Sedangkan dengan pengetahuan moral, anak-anak diajak berpikir dan membangun etika dan karakter dirinya yang baik.
Pendidikan moral untuk anak bisa dilakukan di rumah dengan membahas buku cerita bersama orangtua, membaca kitab suci ataupun mendongeng.Bekali Anak Dengan Moralitas ?
Pendidikan formal seperti sekolah mempunyai pengaruh yang sangat besar dalam tumbuh kembang anak, baik pengaruh positif maupun negatif. Ada anak yang punya perilaku negatif yang kemudian dibawa ke sekolah dan bisa mempengaruhi anak lain. Karena itu, anak harus punya ‘bekal’ yang kuat dari rumah agar tidak mudah terpengaruh perilaku negatif tersebut.
Salah satunya melalui penanaman nilai-nilai moral sejak dini terhadap si buah hati. Sesering mungkin orangtua memberikan contoh yang baik terhadap mereka, sehingga anak mengerti nilai-nilai moral dalam kehidupan. Pembentukan moral anak itu harus terkonsep. Harus diberikan dengan cara mencontohkan, sehingga anak jadi lebih memahami. Misalnya melalui dongeng (story telling) atau berdiskusi. Ajarkan anak punya rasa sosial dengan mencontohkan memberikan sumbangan jika melintasi kotak amal dan sebagainya.
Bila bekal dari rumah sudah kuat, setidaknya anak tidak mudah terpengaruh dengan perilaku negatif dari luar. Jadi pembentukan moral anak itu harus dilakukan sejak usia dini. Peran orangtua dan anggota keluarga sangat penting. Bila anak sudah memiliki moral yang baik, otomatis akan bisa menilai pendidikan yang baik dan buruk. Begitu pula perilaku yang ditunjukkan juga akan lebih baik dibanding anak-anak yang kurang mendapatkan pendidikan moral dari orangtua.
Ada anak yang secara spontan minta uang receh ke orangtuanya saat melihat kotak amal. Sikap ini sudah menunjukkan kalau si anak sudah memiliki moral yang baik. Yang jelas peran orangtua dalam mempersiapkan anak-anak yang memiliki visi dan masa depan, sangatlah penting. Lewat orangtualah, anak-anak belajar segala sesuatunya.
Menanamkan pendidikan moral untuk anak-anaknya harus dilakukan sesering mungkin, mengajak si kecil mengunjungi panti asuhan, panti jompo hingga memberikan sumbangan untuk anak-anak jalanan. Mengajak anak langsung menyaksikan kejadian sehari-hari yang membuatnya trenyuh, ternyata sangat mengena di benak anak.
Sejak itu, mereka tidak pernah lagi membuang-buang nasi ketika makan. Pendidikan moral harus bisa dipraktikkan pada anak-anak mulai dari rumah hingga di lingkungan sekitar, termasuk di jalanan. Waktu anak biasanya lebih banyak di rumah. Jadi pendidikan moral dari orangtua juga lebih banyak dibanding pendidikan formal. Pendidikan formal berfungsi melatih anak-anak untuk memperbaiki lingkungan sekitarnya. Sedangkan dengan pengetahuan moral, anak-anak diajak berpikir dan membangun etika dan karakter dirinya yang baik. Pendidikan moral untuk anak bisa dilakukan di rumah dengan membahas buku cerita bersama orangtua, membaca kitab suci ataupun mendongeng.
Senin, 19 Januari 2009
Perlukan membekali anak dengan molaritas sejak dini ?
Minggu, 18 Januari 2009
Bagaimana Cara Pengobatan Obesitas atau Kegemukan Pada Anak ?
Ada Gak Sih Cara Pengobatan Obesitas atau Kegemukan Pada Anak ?
menjawab :
Ada Gak Sih Cara Pengobatan Obesitas atau Kegemukan Pada Anak ?
Pengobatan untuk obesitas atau kegemukan pada masa kecil didasarkan pada umur anak dan kondisi atau status kesehatan medis lainnya dari anak. Pengobatan biasanya dan pada dasrnya meliputi perubahan diet dan meningkatkan aktivitas fisik anak. Pada situasi tertentu, mungkin diperlukan suatu upaya dengan mengguanakan obat-obatan atau terapi medis hingga pembedahan untuk mengurangi berat badan sang anak.
Bagi anak dengan usia dibawah 7 tanpa adanya masalah kesehatan lain, tujuan pengobatan mungkin ditujukan pada pemeliharaan berat badan daripada mengurangi berat badan anak. Strategi ini membiarkan anak menambahkan inci-inci tetapi tidak menambah berat badannya, sehingga berakibat BMI atau body mass indeks anak sesuai dengan umur sampe turun ke dalam tingkatan berat badan yang sehat karena proses pertumbuhan tubuh.
Tetapi, bagi seorang anak dengan kegemukan, upaya pemeliharaan berat badan sementara itu menunggu pertambahan tinggi badan mungkin akan menjadi sulit seperti upaya menghilangkan berat badan pada orang yang lebih tua. Usaha penurunan berat badan biasanya dianjurkan bagi anak dengan usia diatas 7 atau bagi anak dibawah usia 7 tahun bagi setiap anak yang mempunyai masalah kesehatan yang terkait dengan berat badan. Upaya penurunan berat badan harus dilakukan secara bertahap dan terus menerus dan dimanapun dari 1 pond (atau 0,45 kilogram) seminggu sampe 1 pon sebulan, tergantung pada situasi dan kondisi anak.
Metode-metoda yang digunakan untuk pemeliharaan berat badan (maintain) atau metode pengurangan berat badan pada dasarnya adalah sama yaitu anak perlu mengkonsumsi diet yang sehat dan meningkatkan aktifitas fisik anak. Keberhasilan program maintain untuk menjaga kestabilan berat badan dan upaya mengurangi berat badan sebagian besar tergantung pada komitmen orang tua dalam mebantu anaknya melakukan 2 perubahan diatas. Dua hal diatas, kebiasaan diet sehat dan kebiasaan olahraga atau aktifitas fisik sebagai dua sisi mata uang yang sama, Jika anda mempertimbangkan satu sisi, anda
juga perlu mempertimbangkan sisi yang lain.
Sabtu, 17 Januari 2009
Penggunaan Batu Alam Di Ruang Keluarga ?
Dok Minta Pendapat, Batu Alam di Ruangan Keluarga Bagus Gak ?
menjawab :
Dewasa ini penggunaan batu alam untuk penghias taman atau untuk penghias dinding pada salah satu bagian teras masih sering dijadikan unsur dekoratif. Pemakaian batu alam tersebut bukan terbatas pada dinding atau teras saja tetapi juga pada ruangan keluarga.
Indonesia merupaka negara yang kaya akan potensi alam dan sumber berbagai bahan alam untuk kebutuhan manusia. Salah satu bahan alam yang dapat dimanfaatkan sebagai bahan dekorasi adalah batu alam yang banyak jenisnya. Misalnya batu pualam atau marmer dari Tulungagung ini dapat dibentuk menjadi berbagai benda hias selain untuk bahan bangunan. Warna dan tesktur serta alur-alur yang terdapat pada batu alam tersebut menjadi hal yang menarik untuk ditonjolkan.
Batu alam lainnya adalah batu paras yang berasal dari Yogyakarta, biasanya dipakai untuk hiasan dengan cara dipahat dan dibentuk relief atau patung. Adapun penampilan fisik dari batu paras ini yaitu ada yang berwarna krem, putih kecoklatan, putih kekuningan, beralur-alur dengan warna lebih gelap atau lebih terang serta bertekstur indah. Batu jenis ini merupakan batu alam yang sering digunakan oleh para perajin karena batu ini tidak keras sehingga mudah dibentuk.
Jadi batu alam memang baik digunakan untuk ruang keluarga, pasti unik danmenarik.
Faktor Resiko Obesitas Pada Anak
Apa Yang Menjadi Faktor Resiko Obesitas Anak ?
menjawab :
Diet
Aktifitas
Genetik atau faktor keturunan
Faktor Psikologis
Faktor Keluarga
Faktor Sosial Ekonomi
Anak-anak yang tinggal dalam keluarga dengan pendapatan rendah mempunyai resiko yang lebih besar mengalami obesitas atau kegemukan. Kemiskinan dan kegemukan sering berjalan bersamaan karena orang tua yang berpenghasilan rendah mungkin berhubungan dengan keterbatasan waktu dan sumber penghasilan untuk menjadikan diet makanan sehat dan olahraga sebagai suatu hal yang utama dalam keluarga.



Anak